Tata cara penyiar Radio
1. Harus siap dengan materi yang akan di siarkan(prfer )
2. menguasai tema
3. selalu konsen dengan waktu siaran(propesional bro )
4. menjadi tema tema yang menarik biar pendengar nya tidak bosan
Minggu, 30 Juni 2013
PENYEBAB ASAM NYA TANAH GAMBUT
BAB
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanah adalah lapisan
permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang
tegak tumbuhnya tanaman danmenyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi
sebagai gudang danpenyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn,
B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota
(organisme) yang berpartisipasi aktif dalampenyediaan hara tersebut dan zat-zat
aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman,yang ketiganya secara integral
mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman
obat-obatan,industri perkebunan.
Tanah juga merupakan alat produksi untuk
menghasilkan produksi pertanian. Sebagai alat produksi tanah memiliki
peranan-peranan yang mendorong berbagai kebutuhan diantaranya adalah sebagai alat produksi, maka peranannnya yaitu sebagai
tempat pertumbuhan tanaman, menyediakan unsur-unsur makanan, sumber air
bagi tanaman, dantempat peredaran udara. Tanah mempunyai ciri khas dan
sifat-sifat yang berbeda-beda antaratanah di suatu tempat dengan tempat yang
lain. Sifat-sifat tanah itu meliputi fisika dan sifatkimia. Beberapa sifat
fisika tanah antara lain tekstur, struktur dan kadar lengas tanah. Untuk sifat kimia menunjukkan sifat yang dipengaruhi
oleh adanya unsur maupun senyawa yangterdapat di dalam tanah tersebut.
Beberapa contoh sifat kimia yaitu reaksi tanah(pH), kadarbahan organik dan
Kapasitas Pertukaran Kation (KPK).
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tetumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah yang terutama terbentuk
di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat; dan lahan-lahan bergambut di berbagai belahan dunia dikenal
dengan aneka nama seperti bog, moor, muskeg, pocosin,
mire, dan lain-lain.
Reaksi tanah merupakan
suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan reaksi asam atau basa dalam
tanah. Sejumlah proses dalam tanah dipengaruhi oleh reaksi tanah dan biokimia
tanah yang berlansung spesifik. Pengaruh lansung terhadap laju dekomposisi
mineral tanah dan bahan organik, pembentukan mineral lempung bahkan pertumbuhan
tanaman. Pengaruh tidak lansungnya terhadap kelarutan dan ketersediaan hara
tanaman. sebagai contoh perubahan konsentrasi fosfat dengan perubahan pH tanah.
Konsentrasi ion H+ yang tinggi bisa meracun bagi tanaman.Secara teoritis, angka
pH berkisar antara 1 sampai 14. Angka satu berarti kepekatan ion hidrogen di
dalam tanah ada 10 ‑ 1 atau 1/10 gmol/l. Tanah pada kepekatan ini sangat asam.
Sementara angka 14 berarti kepekatan ion hidrogennya 10‑14 gmol/l. Tanah pada
angka kepekatan ini sangat basa.
Tanah‑tanah
yang ada di Indonesia sangat bervariasi tingkat keasamannya. Ada tanah yang
masam seperti Podsolik Merah Kuning, dan latosol Tanah yang alkalis seperti
Mediteran Merah Kuning dan Grumosol. Bagi tanah - tanah yang bereaksi masam,
seringkali tidak atau kurang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu
pada tanah‑tanah demikian sering dilakukankan pengapuran (liming). bahan- bahan
yang digunakan untuk menaikkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati
netral dengan harga pH sekitar 6,5.
Pada umumnya reaksi tanah baik tanah gambut maupun tanah mineral
menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai
pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion Hidrogen (H+) di dalam
tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut.
Di dalam tanah selain H+ dan ion‑ion lain ditemukan pula ion OH-, yang
jumlahnya sebanding dengan banyaknya H+. Pada tanah‑tanah masam jumlah ion H+
lebih tinggi daripada OH-. Sedangkan pada tanah alkalis kandungan OH- lebih
banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi
netral yaitu mempunyai pH 7.Bila tanah terlalu asam atau terlalu basa maka
tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan
menghasilkan buah. Memang ada beberapa tanaman tertentu yang senang di tanah
asam ataupun basa.
Ketersediaan
unsur hara makro di dalam tanah ini sedikit sedangkan hara mikro seperti Besi
dan Aluminium tinggi. Hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan hara dan
keracunan.
Salah satu upaya yang ditempuh dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki lahan masam adalah dengan menurunkan keasaman dan meningkatkan kejenuhan basa yang diperoleh dengan pemberian kapur serta pemupukan. Dengan adanya peningkatan kejenuhan basa, maka pH tanah naik dan unsur hara relatif lebih mudah tersedia.
Salah satu upaya yang ditempuh dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki lahan masam adalah dengan menurunkan keasaman dan meningkatkan kejenuhan basa yang diperoleh dengan pemberian kapur serta pemupukan. Dengan adanya peningkatan kejenuhan basa, maka pH tanah naik dan unsur hara relatif lebih mudah tersedia.
Tanah
gambut di Indonesia pada umunya mempunyai reaksi kemasaman tanah (pH) yang
rendah, yaitu antara 3,0 – 5,0 (Hardjowigeno, 1996). Hasil analisis di berbagai
wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya, memperlihatkan bahwa Histosols
menunjukkan reaksi tanah masam ekstrim (pH 3,5 atau kurang) sampai sangat masam
sekali (pH 3,6 – 4,5).
Tanah
gambut mempunyai pH yang rendah yang berkisar antara 3 - 5, dan menurun bersama
jeluk.. Dijumpainya pH yang relatif tinggi (sekitar 5) adalah akibat seringnya
dilakukan pembakaran seresah di atas tanah. Tanah gambut yang digenangi untuk
budidaya padi sawah akan meningkat pH-nya. Ketersediaan unsur-unsur hara
terutama hara makro N, P dan K dan sejumlah hara mikro dalam tanah gambut
rendah sampai sangat rendah. Kapasitas tukar kation (KTK) tanah gambut relatif
tinggi (115 - 270 me.%), tetapi relatif rendah bila dihitung atas dasar volume
tanah di lapangan. Kejenuhan basa tanah gambut relatif rendah, yakni 5,4 - 13,6
% sedangkan nisbah C/N relatif tinggi yakni berkisar antara 24,0 - 33,4
(Suhardjo dan Widjaja-Adhi, 1976).
Secara umum kemasaman tanah gambut berkisar antara 3-5
dan semakin tebal bahan organik maka kemasaman gambut meningkat. Gambut pantai
memiliki kemasaman lebih rendah dari gambut pedalaman. Kondisi tanah gambut
yang sangat masam akan menyebabkan kekahatan hara N, P, K, Ca, Mg, Bo dan Mo.
Unsur hara Cu, Bo dan Zn merupakan unsur mikro yang seringkali sangat kurang
(Wong et al, 1986, dalam Mutalib et
al, 1991). Kekahatan Cu acapkali
terjadi pada tanaman jagung, ketela pohon dan kelapa sawit yang ditanam
di tanah gambut.
Tanah gambut dengan kubah gambut yang tebal umumnya
memiliki kesuburan yang rendah
dengan pH sekitar 3,3 namun pada gambut tipis di kawasan dekat tepi sungai
gambut semakin subur dan pH berkisar 4,3 (Andriesse, 1988). Kemasaman tanah
gambut disebabkan oleh kandungan asam asam organik yang terdapat pada koloid
gambut. Dekomposisi bahan organik pada kondisi anaerob menyebabkan terbentuknya
senyawa fenolat dan karboksilat yang menyebabkan tingginya kemasaman gambut.
Selain itu terbentuknya senyawa fenolat dan karboksilat dapat meracuni tanaman
pertanian (Sabiham, 1996). Jika tanah lapisan bawah mengandung pirit, pembuatan
parit drainase dengan kedalaman mencapai lapisan pirit akan menyebabkan pirit
teroksidasi dan menyebabkan meningkatnya kemasaman gambut dan air disaluran
drainase.
1.2. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat
mengetahui dan melakukan cara penetapan pH tanah metode electrode glass.
BABII.
TINJAUAN PUSTAKA
Larutan tanah adalah air tanah yang
mengandung ion-ion terlarut yang merupakan hara bagi tanaman . konsentrasi ini
sangat beragam dan tergantung pada jumlah ion terlarut serta jumlah bahan
pelarut atau air. Diwaktu musim kering dimana air
banyak menguap maka konsentrasi garam akan bertambah , hal ini ditemukan di
daerah yang beriklim kering. Sebaliknya didaerah yang basah konsentrasi garam
sering berubah-ubah secara drastis. Kadar garam yang tinggi berbahaya bagi
pertummbuhan tanaman . kadar garam sebanyak 0,5 % saja sudah
bebahaya bagi tanaman karena kadar tersebut sama dengan 10 ton garam
di lapisan 20 cm teratas (lapisan olahan). (Rismunandar,
2001)
Reaksi tanah yang penting adalah masam ,
netral atau alkalin. Pernyataan ini didasarkan pada jumlah ion H dan OH dalam
larutan tanah . bila didalam tanah ditemukan ion H lebih banyak dari ion OH ,
maka disebut masam. Bila ion H sama dengan OH , maka disebut netral , dan bila
ion OH lebih banyak dari ion H maka disebut alakalin.
Untuk meragamkan pengertian , sifat reaksi
tersebut dinilai berdasarkan konsentrasi ion H dan dinyatakan dengan pH .
dengan kata lain , pH tanah = -log (H) tanah. Suatu tanah disebut masamdengan
7, dan basa bila lebih dari 7 . bila konsentrasi ion H bertambah maka ion pH
turun dan se3baliknya bila konsentrasi ion OH bertambah pH naik. Distribusi ion
H dalam tanah tidak homogen . ion H lebih banyak diserap dari pada ion OH ,
maka ion H lebih pekat didekat permukaan koloid ., sedangkan ion OH sebaliknyab
dengan demikian pH lebih rendah didekat koloid daripada tempat yang jauh dari
koloid. (Agus
et.al,2008)
Kisaran pH tanah dapat dibatasi pada dua
ekstrim. Kisaran pH tanah mineral biasanya terdapat antar pH 3,5 sampai 10 atau
lebih, untuk tanah gambut kisaran pH nya adalah sekitar kurang dari 3,0 , sebaliknya
tanah alkalin biasanya bisa menunjukan pH lebih dari 11,0 . secara sederhana kisaran
pH tanah itu ditunjukan pada gambar 7-3 . kisara pH tanah mineral di daerah
basah berbeda dengan daerah kering . diwilayah basah kisaran pH itu
berada antara sedikit dibawah 5 hingga sedikit diatas 7 . sedangkan di wilayah
kering berada sedikit antara di bawah 7 dan diatas 9. (Hardjowigeno, 2003)
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi pH tanah
melalui dua cara yaitu : pengaruh langsung ion hidrogen dan pengaruh tidak langsung
yaitu tidak tersedianya unsur hara tertentu dan adanya unsur hara yang beracun.
Dari berbagai hasil penelitian di
amerika latin dan puerto rico diketahui batas maksimum pH tanah kapur ( adam
dan pearson , 1967 ) .batas pH yang dimaksud menunjukan bahwa diatas pH ini
tanamanyang bersangkutan tidak lagi memerlukan kapur. Sebaliknya bila pH tanah
dibawah nilai ini pertumbuhannya akan terganggu jika tidak diberi kapur.
Kebanyakan tanaman toleran pada pH yang ekstrim,
tinggi dan rendah , asalkan dalam tanah tersebu tersedia hara yang cukup .
sayangnya tersedianya unsur hara yang cukup itu dipengaruhi oleh pH
. beberapa unsur hara tidak tersedia pada pH ekstrim, dan beberapa unsur
lainnya berada pada tingkat meracun .
Perharaan yang sangat dipengaruhi oleh pH antara lain
adalah :
a.
Kalsium dan magnesium dapat ditukar
b.
Alumunium dan unsur mikro
c.
Ketersediaan fosfor
d.
Perharaan yang bersifat atau berkaitan dengan
kegiatan jasad mikro.
BABIII.
BAHAN DAN METODE
3.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum acara VI ( PENENTUAN pH TANAH METODE
ELECTRODE GLASS ) di lakukan dengan
pengamatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 November 2012 pukul 09.00 wib – selesai. di
Laboratorium Analitik, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya.
3.2 Bahan dan alat
Bahan yang digunakan adalah tanah gambut kering udara,
larutan buffer pH 7 dan pH 4, aquades,
sedangkan alat yang digunakan adalah botol kocok pH, gelas ukur 25 ml, mesin
pengocok, botol semprot, pH meter,
neraca analitik.
3.3 Cara kerja
1. Menimbang sampel
tanah 10 gram (ukuran fraksi tanah ΙΈ< 2 mm) menggunakan
neraca analitik dan masukkan ke dalam
botol kocok. Beri kode.
2. menambahkan 25 ml aquadest. Penetapan pH
tanah H2O 1:2,5 ( perbandingan
tanah : pelarut = 1 gram tanah : 25 ml pelarut).
3. Kocok tanah dengan mesin pengocok selama 30
menit.
4. Selanjutnya suspensi
tanah dengan pH meter, sebelum pengukuran pH dimulai, pH meter harus
dikalibrasi dengan larutan buffer pH 7 dan pH 4. Catat hasil pengukuran pH
tanahnya.
BABIV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
4.2. Pembahasan
Berdasarkan tabel pengamatan di atas dapat
dilihat bahwa pada umunya pH atau tingkat kemasaman tanahnya rata-rata
dibawahdari angka 3. Tanah gambut memang telah diketahui memiliki pH yang
sangat rendah. Hal ini dikarenakan adanya sumber-sumber kemasaman pada
tanah gambut antara lain yaitu hasil
respirasi akar berupa H+. Tanah gambut telah diketahui merupakan
hasil asimilasi dari bahan organik yang telah melapuk maupunyang masih mentah
atau yang belum melapuk sepurna dalam kurun waktu yang sangat lama. Bahan
organik yang belum melapuk dengan sempurna ini melakukan respirasi setiap
waktunya dengan mengeluarkan ion H+ kedalam tanah sehingga tanah menjadi
masam. Ion H+ pada tanah gambut juga didapat dari pertukaran kation
didalam tanah gambut. Tanah gambut telah diketahui memiliki jumlah KTK yang sangat
tinggi, akan tetapi kation-kation yang dipertukarkan merupakan asam-asam
organik.
Sumber kemasaman pada tanah gambut tidak
hanya berasal dari asam-asam organik melainkan adanya ion-ioh hidroksil pada
tanah gambut seperti Al, Fe dan Si. Unsur-unsur ini jika berikatan dalam
senyawa membentuk reaksi kimia maka akan membentuk ion H+. yang akan
menyebabkan tanah gambut menjadi semakin masam. Tanah gambut yang masam
menyebabkan berkurangnya ketersediaan hara didalam tanah dan organisme didalam
tanah mejadi sulit hidup. Ketersediaan unsur beracun yang melimpah seperti Al,
Fe dan Si pada tanah gambut dikarenakan tanah yang masam menyebabkan tanaman
yang dibudidayakan di atas lahan gambut tidak dapat hidup.
Oleh karena itu diperlukan perlakuan khusus berupa pemberian kapur
pertanian, mineralisasi gambut dan pemberrian pupuk kandang untuk mengatas
kemasaman tanah gambut agar tanah gambut dapat dijadikan lahan untuk budidaya
tanaman.
V.
KESIMPULAN
Tanah gambut memiliki kadar kemasaman tanah yang sangat tinggi atau
memiliki pH yang sangat rendah. Penyebab kemasaman tanah pada tanah gambut
antara lain adanya asam-asam organik ion
H+ dan ion-ion hidroksil seperti Al, Fe dan Si. Oleh karena itu
perlu perlakuan khusus berupa pemberian kapur pertanian, mineraliasi gambut dan
pupuk kandang agar lahangambut dapat dijadikan sebagai lahan budidaya
pertanian.
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Nurjati, dkk.
1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah.
Lampung: Universitas Lampung
Hakim, N., M. Yusuf
Nyakpa, A. M. Lubis, Sutopo Ghani Nugroho, M. Amin Diha,
Go Ban Hong, H. H.
Bailey, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung
Hardjowigeno, H.
Sarwono., 2002. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta
Pairunan, Anna K., J.
L. Nanere, Arifin, Solo S. R. Samosir, Romualdus Tangkaisari, J. R. Lalopua,
Bachrul Ibrahim, Hariadji Asmadi, 1999. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama
Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur, Makassar
Rosmarkam dan Yuwono.
2002. Ilmu Kesuburan Tanah. 2002. Kanisius, Jakarta
Rabu, 24 April 2013
PEMELIHARAAN TANAMAN MENTIMUN
Tanaman mentimun di tanaman dengan mengunakan bibit HERCULEST tanaman mentimun di rendam selama 30.menit sebelum penanaman karena untuk memecahkan masa dormansi. bibit yang tela di rendam selama 30.mnt tersebut di pilih mana yang tengelam dan tengelam di bawa air dan yang gapung 100 % bibit tersebut tidak efektif untuk di tanaman,
cara pemaliharaan tanaman mentimun
1. tanaman di tanam di dalam tanah dengan kedalaman 30 cm
2. di pelihara dengan sampai tanaman tersebut keluar kecambah
3. apabila sudah keluar kecambah maka tanaman tersebut sudah pasti hidup semua tp kita harus mempunyai semaian di karenakan tidak tau apayang akan terjadi dengan alam di sekitar kita.
4. di waktu fase pegetatif tanaman harus sering di siram apabila terjadi musim kemarau kalau musim hujan jangan coy, nanti busuk akar.
5.tanaman harus sering di semprot dengan Gandasil D.
6. Dan harus di persiapkan lanjaran karena tanaman mentimun harus mempunyai tempat untuk merambat
7. waktu pemanenan tanaman mentimun harus di pilih karena apanila powder nya masi ada pada buah nya makan tanaman tersebut blm siap untuk di panen.
bagi bagi coy lau panen nya ya
Langganan:
Postingan (Atom)
